PLTP Sarulla Tertunda 23 Tahun, Jero: Harus Groundbreaking Sebelum KIB II Berakhir

Jakarta - Menteri ESDM Jero Wacik meminta proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla berkapasitas 330 megawatt (MW) harus bisagroundbreaking atau pemancangan tiang pertama sebelum Kabinet Indonesia Bersatu jilid II berakhir.

 

“Proyek PLTP Sarulla ini sudah dimulai sejak tahun 1990 di WKP (Wilayah Kerja Perkembangan) Sarulla. Namun akhirnya April ini bisa dimulai,” ucap Jero di acara Penyerahan Persetujuan Amandemen Energy Sale Contract & Join Operation Contract PLTP Sarulla, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Dikatakan Jero, dengan berbagai dobrakan yang dilakukan Keme

nterian ESDM, Kementerian BUMN, UKP4 akhirnya benang kusut yang menghambat proyek Sarula hampir 23 tahun ini bisa terusai dan bisa mulai berjalan.

“Harapan saya proyek PLTP Sarulla ini bisa segera groundbreaking sebelum pemerintahan Kabinet ini berakhir Oktober 2014 nanti,” ucapnya.

Untuk itu Jero meminta setiap pejabat dan swasta yang terlibat dalam proyek ini bisa mempercepat semua urusannya. “Kalau ada yang menghambat, silakan telepon saya,” ujarnya.

Proyek Sarulla ini, kata Jero, sangat penting bagi Indonesia, sebagai proyek panas bumi terbesar di dunia PLTP Sarulla ini bisa menghemat subsidi listrik Rp 4 triliun per tahun.

“Besar manfaatnya, bisa hemat subsidi listrik Rp 4 triliun per tahun, apalagi kapasitasnya sangat besar, ini tentunya dapat membantu masyarakat yang terus ingin pasokan listrik,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>